KekuranganDan Kelebihan Novel Surat Kecil Untuk Tuhan : Surat Kecil Untuk Tuhan The Series Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas - Feb 24, 2015 · kelebihan dan kekurangan novel surat kecil untuk tuhan kelebihan:. Sehingga membuat pembaca terhanyut dalam perasaan sedih, iba, haru, sekaligus kagum akan ketegaran keke dan orang tuanya. Karenabanyaknya pembaca, maka tulisannya di blog dipindahkan dalam bentuk novel, lahirlah "Surat Kecil Untuk Tuhan" yang pertama kali terbit di tahun 2008. Melalui rumah produksi Skylar Pictures, novel tersebut akhirnya diangkat ke layar lebar, dengan judul yang sama, bangku sutradara pun dipercayakan kepada Harris Nizam, film ini Disampingberbagai kekurangan yang terdapat dalam film, benar-benar dapat disingkirkan dengan epiknya alur cerita dan kisah yang banyak mengandung nilai moral dan pelajaran hidup untuk tidak memanfaatkan orang lemah, larangan perdagangan organ tubuh manusia, tindakan kekerasan dan pelecehan seksual yang masih marak terjadi di berbagai wilayah di beberapa negara. Kelebihannovel surat kecil untuk Tuhan ini adalah menyadarkan kita bahwa segala cobaan yang diberikan Tuhan adalah sebuah keharusan yang harus dijalankan dengan rasa syukur dan beriman. Walau pada akhirnya ia menyerah namun ia tidak kalah karena penyakit itu ia pun menuliskan surat terakhirnya kepada Tuhan yang ia beri judul surat kecil untuk Tuhan. ce2P. Surat Kecil Untuk Tuhan menjadi film pembuka Falcon Pictures di tahun 2017. Diadaptasi dari novel karya Agnes Davonar, untuk skenarionya ditulis oleh Upi Avianto yang tahun lalu menggarap My Stupid Boss. Film drama ini digarap oleh Fajar Bustomi dan dibintangi Bunga Citra Lestari dan Joe Taslim. Surat Kecil Untuk Tuhan menceritakan kisah Anton dan Angel, kakak-beradik yatim piatu yang harus menjadi anak jalanan dan terjebak dalam suatu sindikat yang memanfaatkan anak-anak terlantar untuk menjadi pengemis jalanan. Di usia mereka yang masih sangat kecil, mereka diperbudak untuk menjadi mesin uang. Keduanya tak pernah mengenal indahnya masa kecil. Hingga satu peristiwa terjadi, Angel mengalami kecelakaan di jalan raya. Ketika Angel sadar, ia sudah ditinggal seorang diri di rumah sakit. Dan sejak saat itulah Angel terpisahkan dengan Anton. Ia tidak pernah tahu lagi di mana keberadaan sang kakak. 15 tahun berlalu, di Sydney, Australia. Berkat keluarga angkatnya, Angel tumbuh dewasa dan berhasil mewujudkan mimpinya menjadi seorang pengacara. Di sana Angel bertemu dengan Martin, seorang dokter muda yang membuatnya jatuh cinta. Walau hidupnya sempurna, Angel tetap dihantui oleh masa lalunya. Ia tidak pernah bisa berhenti memikirkan Anton. Di tengah hidupnya yang penuh kebahagiaan dan rencananya untuk menikah dengan Martin, Angel mengambil keputusan kembali ke Jakarta untuk mencari keberadaan sang kakak. Akankah Angel dan Anton bisa bertemu lagi setelah 15 tahun terpisah? Film dibuka dengan kisah haru Angel dan Anton, mulai dari di tempat bibinya disiksa pamannya hingga kabur ke jalanan dan ditemukan oleh Om Rudi yang ingin menampung mereka. Dengan color grading yang konsisten mendung di awal, kisah pilu kakak-beradik ini makin terasa. Gongnya ketika Angel tertabrak mobil dan harus dilarikan ke rumah sakit. Izzati Khanza cukup menjiwai perannya sebagai Angel kecil, pujian utama tentunya disematkan pada perjuangan sang kakak alias Anton yang diperankan Bima Azriel. Chemistry mereka terlihat solid dan pastinya sukses membuat banjir air mata. Move on, Angel dewasa diperankan oleh Bunga Citra Lestari yang beradu akting dengan aktor laga Joe Taslim sebagai kekasihnya, Martin. Sebagai pemain utama, sayangnya mereka berdua kurang begitu klop. Kemesraan Angel dan Martin terasa agak kaku dan kisah cinta mereka dihadirkan hanya sebagai pelengkap semata. BCL tampak kurang mampu melebur dalam karakter Angel, sehingga ia terlihat seperti sedang memerankan dirinya sendiri. Justru yang mencuri perhatian adalah pemain pendukungnya, Lukman Sardi sebagai Om Rudi, bos anak-anak jalanan. Tak bisa dipungkiri Lukman sukses menjadi karakter yang bengis dan mengesalkan di film ini. Kejutan terbesar datang dari Aura Kasih yang memerankan Ningsih, salah satu anak asuh Om Rudi. Tidak disangka penyanyi seksi ini sanggup memerankan tokoh kunci yang memiliki trauma masa lalu. Karakter Ningsih juga turut didukung oleh penampilan apik dari Rifnu Wikana sebagai Asep, anak buah Om Rudi. Ningsih dan Asep justru memiliki chemistry yang lebih memikat ketimbang Angel dan Martin. Selain itu, salah satu kekuatan Surat Kecil Untuk Tuhan adalah musik scoringnya. Paduan suara Purwacaraka yang menyanyikan lagu-lagu anak dengan iringan orkestra membuat kita makin terhanyut akan kisah haru Anton dan Angel. Dari segi cerita, Fajar Bustomi konsisten membuat kita haru di setiap momen. Meski begitu, film ini juga menyisipkan bumbu crime-thriller yang seru sehingga penonton tak melulu bersedih di sepanjang filmnya. So far, Surat Kecil Untuk Tuhan bisa menjadi pilihan tontonan di Lebaran 2017 dengan pesan moral yang bagus. amu bisa ajak keluarga, anak, keponakan, teman bahkan gebetan kamu. Beli tiket Surat Kecil Untuk Tuhan di sini. Tonton trailernya di bawah ini Penulis Tri Wahyudi & Triska Sarwono Baca juga Daftar Film Indonesia Tayang Lebaran 2017 Review Film Mampukah Jailangkung Selegit Jelangkung? Post navigation Surat Kecil untuk Tuhan film 2011film Indonesia tahun 2011 karya Harris Nizam / From Wikipedia, the free encyclopedia Surat Kecil untuk Tuhan adalah film drama biografi Indonesia yang dirilis pada 7 Juli 2011 dengan disutradarai oleh Harris Nizam yang dibintangi oleh Dinda Hauw dan Alex Komang. Film ini diangkat dari kisah nyata dari novel best-seller yang berjudul sama. Film ini, seperti novelnya, bercerita tentang Gita Sesa Wanda Cantika, penderita kanker Rhabdomyosarcoma pertama di Indonesia. Masing-masing Dinda Hauw dan Alex Komang mendapatkan nominasi Piala Citra untuk Aktris Terbaik dan Aktor Terbaik. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Surat Kecil Untuk Tuhan adalah sebuah novel yang cukup laris di pasaran. Selain novel itu terinspirasi dari kisah nyata, juga cara pengemasnyapun cukup menarik. Disini saya akan sedikit memberikan pendapat atau kritikan pada film Surat Kecil Untuk Tuhan yang telah saya lihat sebelumnya. Pasti semua orang didunia ini punya pandangan yang berbeda terhadap apapun yang pernah di lihatnya. Apalagi sebuah perbandingan antara membaca novel atau menonton film yang diangkat dari sebuah novel ataupun naskah drama. Jika pena adalah segenap kemampuan seorang pengarang dalam menuangkan sebuah ide pemikiranya, maka dalam sebuah film yang menjadi alat daya ungkap adalah pemeran dan ketajaman dari kamera untuk mengambil gambar yang terbaik yang perlu dilakukan oleh seorang film maupun membaca novel Surat Kecil Untuk Tuhan, menurut saya itu sama saja. Hal yang membedakan dari kedua itu adalah bagaimana daya tangkap seseorang terhadap sesuatu. jika kemampuan seseorang pada audio-visual, maka lebih baik menonton filmnya. Namun, jika kemampuan seseorang dalam berimajinasi, maka sebaiknya membaca novelnya. Saya merasa punya kecenderungan dalam audio-visual, maka saya memilih menonton filmnya dibanding membaca novelnya Jadi saya akan banyak mengambil pemaknaan dari apa yang telah saya lihat dan dengar dalam film Kecil Untuk Tuhan merupakan film yang menarik untuk ditonton. karena dalam film tersebut dari awal sampai akhir penonton disuguhkan pada keinginan Keke, pemeran utamanya, untuk terus bertahan dan penuh kesabaran dalam menghadapi kanker ganas yang dideritanya. Walaupun dalam beberapa waktu Dia merasa tidak menerima dengan penyakit yang dideritanya. Kesabaran menjadi hal penting karena dengan sabar seseorang selalu bisa bernegosiasi dengan waktu. Seseorang akan menjadi penyabar jika dia mengetahui kepribadianya dengan baik. Introspeksi diri harus terus dilakukan karena itu tidak pernah selesai. Keke dalam pembuka film itu begitu kagum dan tertarik pada beberapa tokoh yang mempengaruhi dunia ini. Misalnya Platon, Aristoteles, Enstein dan yang lainnya. Dari apa yang dia katakan sudah tentu setidaknya dia tahu sedikit atau pernah membaca apa yang para pemikir besar itu utarakan. Dan satu hal yang selalu pemikir-pemikir besar sering lakukan adalah upaya mengetahui kediriannya. Mengintrospeksi diri berarti dia menghadirkan dirinya dengan ruang dan waktu tertentu dan pada saat yang sama. Yang patut diikuti lainnya adalah menulis. Banyak hal yang terjadi dalam keseharian, namun karena keseharian itu selalu berubah dan terus terganti dengan berjalannya waktu, maka seseorang punya kebiasaan untuk lupa. Wajar seorang manusia ,dimana tempatnya lupa. Karena hidup terus berjalan dan tidak berhenti. Tapi kecenderungan kita hanya mengikuti hidup. Sebagian besar seseorang menjadi lupa akan apa yang telah dilaluinya. Menulis menjadi penting karena dengan itu bisa mengingatkan kita dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Mengapa kita bisa mengenal orang-orang dari masalalu? Semua itu hanya bisa terjadi karena ada tulisan. Karena tulisan bisa berbagi perasaan maupun harapan, yang menjadi alat yang paling efektif dalam menyampaikan suatu gagasan atau pemikiran tertentu. Kita bisa mengenal para tokoh-tokoh besar yang dahulu karena ada yang menulis. Sehingga menulis menjadi sesuatu yang begitu berharga, karena itu adalah alat komunikasi yang efektif. Surat Kecil Untuk Tuhan adalah sebuah harapan yang ingin disampaikan Keke kepada Tuhan. Kita semua mungkin tahu Tuhan maha segalanya. Namun, lagi-lagi menulis menjadi alat seseorang untuk mengimplementasikan yang pernah di laluinya. Tulisan menjadi begitu berharga dengan sentuhan ketulusan dan tanpa ada kebohongan di dalamnya. Dari film itu kita bisa melihat, bahwa menulis merupakan sesuatu yang wajib bagi Keke. Misalnya, menulis apa yang telah terjadi. Surat Kecil Untuk Tuhan merupakan suatu tulisan yang baik dengan mengirimkan pesan kepada pencipta ada alasan untuk tidak menulis, dalam keadaan apapun. Itu yang selalu saya ingat dari menonton film itu. Seperti Keke sebelum meninggal dia masih meminta pena untuk menuliskan apa yang terbaik menurutnya, untuk keluarganya. Dengan menulis kita bisa mengakhiri masalalu untuk hari ini. Jadi kita tidak pernah hidup pada masa lalu. Keberadaan masa lalu hanyalah untuk menegaskan bahwa kita ada hari ini. Film Surat Kecil Untuk Tuhan adalah upaya untuk mendorong seluruh anak bangsa ini untuk rajin menulis. Film ini mengajak seseorang untuk melihat, ternyata masih ada orang yang mengabdikan diri pada kebaikan, kejujuran, pada sebuah usaha terus belajar walaupun pada akhirnya ketika pena mengeluarkan tinta sampai akhir apa yang telah saya jelaskan ini hanyalah sedikit mengulas dari tokoh atau pemaknaan dari film ini. Mohon maaf jika masih banyak kekeliruan dalam menulis maupun menyampaikannya, karena setiap orang mempunyai pandangan tersendiri dalam menganalisa sebuah kejadian yang pernah mereka lihat maupun alami. Mungkin cukup ini yang bisa saya sampaikan dalam mengkritik film yang telah saya tonton. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Surat Kecil Untuk Tuhan adalah film pembuka Falcon Pictures di libur lebaran tepatnya dirilis pada tanggal 25 Juni 2017. Diambil dari cerita novel karya Agnes Davonar, dengan skenario yang ditulis oleh Upi Avianto screenplay. Film drama yang diproduseri Frederica ini digarap oleh Fajar Bustomi dan dibintangi Bunga Citra Lestari dan Joe Taslim sebagai salah satu pemeran utama. Film ini berdurasi sekitar 127 menit atau 2 jam 7 yang diangkat adalah mengenai problematika anak jalanan, Anton Bima Azriel dan Angel Izzari Khansa kakak beradik yatim piatu yang terjebak dalam sindikat memanfaatkan anak-anak terlantar untuk dijadikan pengemis jalanan yang dimana hasilnya itu harus disetorkan kepada ketua sindikat yakni Om Rudi Lukman Sardi. Jika tidak berhasil mencapai target dalam meminta-minta maka hukuman pecutan, disetrika dan ditenggelamkan dalam air akan menanti mereka. Di usia yang masih sangat kecil, mereka diperbudak untuk menjadi mesin uang tanpa kenal waktu dan sangat minim untuk mencapai indahnya masa suatu ketika saat Angel menyebrang di jalan raya, ia tertabrak oleh sebuah mobil sampai terpental dan tak sadarkan diri. Angel dibawa ke rumah sakit, Om Rudi tidak mau menanggung biayanya, untung ada seorang pasangan suami istri yang mau menanggungnya dan mengangkat Angel sebagai anak mereka. Sejak saat itulah Angel terpisahkan dengan Anton. Ia tidak pernah tahu lagi di mana keberadaan sang kakak. Film ini menyajikan 2 alur berbeda dimana Angel semasa kecil yang memprihatinkan dengan Angel yang telah dewasa dengan perubahan nasibnya. Di Sydney, Australia, 15 tahun kemudian, Angel yang telah beranjak dewasa ini diperankan oleh Bunga Citra Lestari, gadis cantik dan pandai yang berhasil mewujudkan impiannya menjadi seorang pengacara dan menjadi pribadi yang suka memberikan bantuan hukum kepada orang-orang yang lemah. Di Sydney pula lah dia bertemu sang pujangga hati, yaitu seorang dokter muda yang bernama Martin Joe Taslim. Sebelum menikah dengannya, Angel ingin kembali ke Indonesia dan mencari keberadaan sang kakak yang tak kunjung ditemukan. Hingga di Jakarta ia menemukan kenyataan-kenyataan pedih lainnya yang belum diketahui dan mengungkapnya sampai meja hijau. Pada awal adegan, penonton disuguhi tindakan kekerasan yang dapat menguras air mata tentang kisah kehidupan anak jalanan yang begitu eksploitatif, berlebihan dan cenderung kurang cocok ditonton oleh anak-anak. Apalagi ada suatu adegan dimana seakan-akan seorang anak yang ingin dioperasi untuk jual beli organ tubuh manusia. Pada menit awal pun pewarnaan kontras seperti kekuningan dan minimnya cahaya yang menjadi kurang jelas menyulitkan penglihatan, tapi itulah yang mungkin memberikan kesan miris dan antara Anton & Angel kecil begitu solid dan berhasil memerankan perjuangan anak kecil yang pilu. Padahal, tak banyak pemeran anak kecil yang penjiwaannya bisa sampai maksimal. Joe Taslim selaku Martin menunjukan kehangatan sebagai seorang kekasih dari Angel dan menjadi seorang dokter yang bersahaja kepada pasien-pasiennya. Bunga Citra Lestari cukup terlihat seperti bukan perwujudan Angel kecil yang pernah mengalami kesengsaraan hidupnya, ia seperti tokoh yang berbeda. Kemesraan antara Angel dan Martin sayangnya terasa agak kaku dan kisah cinta keduanya seperti hanya sebagai pelengkap semata tidak begitu di pemeran pendukung seperti Aura Kasih Ningsih dalam film ini cukup mencuri perhatian untuk aktingnya selaku anak asuh Om Rudi yang mendapatkan perlakuan tak senonoh dan juga kepada Rifnu Wikana yang berperan sebagai tangan kanan Om Rudi bisa memberikan chemistry yang kuat dengan Aura Kasih. Pemeran Om Rudi oleh Lukman Sardi juga terlihat sangat profesional, kesangarannya, sifat yang begitu dingin, kejam dan tanpa ampun. Pada adegan terakhir di pengadilan pun beliau dapat menutupi kekejamannya lewat muka polosnya itu yang dapat membuat kesal penonton. Bahkan adegan Martin dengan pasiennya yang mengidap kanker terlihat lebih backsound lagu-lagu dengan orkestra yang memperkuat suasana hingga penonton terhanyut dan terharu dalam cerita walau terlihat jadi lebih drama dan karena lebih banyaknya adegan menyayat hati seperti mengharuskan terbawa suasana sedih. Penyelesaian film ini terlihat lebih singkat walaupun durasi film sudah cukup panjang. Disamping berbagai kekurangan yang terdapat dalam film, benar-benar dapat disingkirkan dengan epiknya alur cerita dan kisah yang banyak mengandung nilai moral dan pelajaran hidup untuk tidak memanfaatkan orang lemah, larangan perdagangan organ tubuh manusia, tindakan kekerasan dan pelecehan seksual yang masih marak terjadi di berbagai wilayah di beberapa negara. Lihat Ruang Kelas Selengkapnya Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Novel yang berjudul Surat Kecil Untuk Tuhan karya Agnes Danovar resmi diadaptasikan menjadi film pada tahun 2011 dan tahun 2017 dengan versi yang lain. Film ini berhasil mengundang antusias masyarakat Indonesia terutama remaja. Film Surat Kecil Untuk Tuhan tahun 2011 dan tahun 2017 merupakan salah satu film yang diadaptasikan dari sebuah novel karya Agnes Danovar. Namun pada tahun 2017, film tersebut memiliki versi yang berbeda dengan novel aslinya. Tidak semua novel yang diadaptasikan menjadi film dapat sepenuhnya diterima baik oleh masyarakat. Alasannya karena setiap penulis novel memiliki gaya menulis tersendiri dalam merangkai cerita sehingga membuat novel tersebut memiliki ciri khas tersendiri. Sehingga ketika novel dijadikan film, tidak semua sutradara berhasil menampilkan apa yang telah tertulis dalam bentuk visual dengan itu, adanya durasi pada film yang dapat merubah jalan cerita aslinya. Artinya untuk menyesuaikan adegan dalam novel lalu menjadikannya film butuh durasi film yang semakin panjang dari biasanya. Maka tidak jarang sutradara juga mengubah beberapa bagian dalam novel yang dianggap panjang menjadi dari sisi pembaca dan penonton tentu akan ada yang merasa senang dan kecewa. Perasaan tersebut muncul dari ekspektasi mereka ketika membaca novel dan setelah menonton filmnya langsung. Kritikan tersebut menurut Stam 2000 dibagi menjadi enam kategori yaitu ketidaksetiaan, pengkhianatan, perubahan, pelanggaran, vulgarisasi, dan penodaan. Film Surat Kecil Untuk Tuhan 2011 Film Surat Kecil Untuk Tuhan 2011 yang disutradarai oleh Harris Nizam ini jalan ceritanya mirip sekali dengan novel aslinya yang ditulis oleh Agnes Danovar. Novel dan film Surat Kecil Untuk Tuhan 2011 ini terinspirasi dari kisah nyata. Film ini, seperti novelnya, bercerita tentang Gita Sesa Wanda Cantika, penderita kanker Rhabdomyosarcoma pertama di Indonesia. Bagi para pecinta keluarga dan sahabat, film ini memang cocok untuk ditonton. 1 2 Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya

kelebihan dan kekurangan film surat kecil untuk tuhan 2017